Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2026

KHITTAH NU DAN MASA DEPAN NU

Gambar
Oleh : Muhammad Agung Menimbang Kembali Arah Perjuangan Nahdlatul Ulama di Tengah Penentuan Kepemimpinan Ada organisasi yang dibentuk untuk menjawab kebutuhan suatu zaman, tetapi kemudian kehilangan relevansinya ketika zaman berubah. Ada pula organisasi yang mampu bertahan karena berhasil membawa nilai-nilai dasarnya melintasi berbagai perubahan sejarah. Nahdlatul Ulama adalah salah satu contoh penting dari organisasi yang kedua. Kini, NU telah memasuki usia satu abad. Perjalanan panjang tersebut menunjukkan bahwa kekuatan organisasi tidak semata-mata terletak pada struktur, jumlah warga, atau luasnya jaringan kelembagaan. Kekuatan NU sesungguhnya tumbuh dari fondasi yang lebih dalam, yaitu tradisi keilmuan pesantren, otoritas ulama, hubungan sosial dengan masyarakat, serta kemampuan menghubungkan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah dengan realitas kebangsaan Indonesia. Karena itu, ketika Muktamar NU ke-35 berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada 27–3...

81 Tahun Indonesia Merdeka: Ketika Seremonial Harus Berubah Menjadi Refleksi dan Keberpihakan kepada Rakyat

Gambar
Opini Oleh: Muhammad Agung, S.H., M.H. 17 Agustus 2026, bangsa Indonesia kembali memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81. Sang Merah Putih kembali dikibarkan, upacara dilaksanakan, lagu-lagu kebangsaan dinyanyikan, dan berbagai kegiatan masyarakat digelar untuk menyemarakkan hari kemerdekaan. Semua itu merupakan bagian dari seremonial kebangsaan yang tentu patut dijaga. Namun, di balik seluruh rangkaian seremonial tersebut terdapat makna yang jauh lebih dalam. Ada sejarah panjang perjuangan, pengorbanan, cita-cita besar, serta amanah yang diwariskan oleh para pendiri bangsa kepada generasi penerus. Kemerdekaan Indonesia bukanlah hadiah. Kemerdekaan lahir dari perjuangan panjang dan pengorbanan rakyat Indonesia. Secara historis, Proklamasi 17 Agustus 1945 menjadi tonggak penting perjalanan bangsa dalam menentukan nasibnya sendiri. Para pendahulu bangsa telah mengorbankan tenaga, pikiran, harta, bahkan jiwa dan raga demi satu tujuan: Indonesia yang merdeka dan berdaul...