Postingan

KHITTAH NU DAN MASA DEPAN NU

Gambar
Oleh : Muhammad Agung Menimbang Kembali Arah Perjuangan Nahdlatul Ulama di Tengah Penentuan Kepemimpinan Ada organisasi yang dibentuk untuk menjawab kebutuhan suatu zaman, tetapi kemudian kehilangan relevansinya ketika zaman berubah. Ada pula organisasi yang mampu bertahan karena berhasil membawa nilai-nilai dasarnya melintasi berbagai perubahan sejarah. Nahdlatul Ulama adalah salah satu contoh penting dari organisasi yang kedua. Kini, NU telah memasuki usia satu abad. Perjalanan panjang tersebut menunjukkan bahwa kekuatan organisasi tidak semata-mata terletak pada struktur, jumlah warga, atau luasnya jaringan kelembagaan. Kekuatan NU sesungguhnya tumbuh dari fondasi yang lebih dalam, yaitu tradisi keilmuan pesantren, otoritas ulama, hubungan sosial dengan masyarakat, serta kemampuan menghubungkan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah dengan realitas kebangsaan Indonesia. Karena itu, ketika Muktamar NU ke-35 berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada 27–3...

81 Tahun Indonesia Merdeka: Ketika Seremonial Harus Berubah Menjadi Refleksi dan Keberpihakan kepada Rakyat

Gambar
Opini Oleh: Muhammad Agung, S.H., M.H. 17 Agustus 2026, bangsa Indonesia kembali memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81. Sang Merah Putih kembali dikibarkan, upacara dilaksanakan, lagu-lagu kebangsaan dinyanyikan, dan berbagai kegiatan masyarakat digelar untuk menyemarakkan hari kemerdekaan. Semua itu merupakan bagian dari seremonial kebangsaan yang tentu patut dijaga. Namun, di balik seluruh rangkaian seremonial tersebut terdapat makna yang jauh lebih dalam. Ada sejarah panjang perjuangan, pengorbanan, cita-cita besar, serta amanah yang diwariskan oleh para pendiri bangsa kepada generasi penerus. Kemerdekaan Indonesia bukanlah hadiah. Kemerdekaan lahir dari perjuangan panjang dan pengorbanan rakyat Indonesia. Secara historis, Proklamasi 17 Agustus 1945 menjadi tonggak penting perjalanan bangsa dalam menentukan nasibnya sendiri. Para pendahulu bangsa telah mengorbankan tenaga, pikiran, harta, bahkan jiwa dan raga demi satu tujuan: Indonesia yang merdeka dan berdaul...

REVIEW BUKU SISTEM SOSIAL INDONESIA DR. NASIKUN (Muhammad Agung)

Gambar
  REVIEW BUKU SISTEM SOSIAL INDONESIA DR. NASIKUN (Muhammad Agung) Buku sistem sosial Indonesia karangan Dr. Nasikun adalah suatu buah pemikiran reflektif mengenai sistem negara ini. Di dalam buku ini memuat sistem social dalam Pendekatan Teoritis, Struktur Majemuk Masyarakat Indonesia, Struktur kepartaian sebagai Perwujudan Sruktur Sosial Masyarakat Indonesia dan Masalah Integrasi Nasional. Sebelum menjelaskan lebih mendalam mengenai sistem sosial, lebih kita pahami lebih awal bahwa pengertian sosial ialah merupakan lawan dari kata individual. Dalam bahasa Inggris, kata social berasal dari kata social yang sering disebut sebagai society yaitu masyarakat atau peoples. Dengan demikian, maksud sosial ialah masyarakat atau sekelompok orang yang hidup bersama, saling menjalin komunikasi dan berinteraksi. Mempelajari sistem sosial berarti kita harus memahami dan menyadari kenyataan terlebih dahulu ialah manusia sebagai makhluk social yang tidak dapat berdiri sendiri tentu harus ad...

Santri Berdaya dalam Menjaga Martabat Kemanusiaan

Gambar
 Santri Berdaya dalam Menjaga Martabat Kemanusiaan Muhammad Agung, Alumni Pondok Pesantren DDI Takkalasi, Barru. Hari Santri Nasional diperingati setiap tanggal 22 Oktober. Peringatan Hari Santri Nasional berawal dari usulan masyarakat pesantren sebagai momentum mengingat, menghargai dan meneladani perjuangan dan jasa kaum santri menegakkan kemerdekaan Indonesia.  Resolusi Jihad memberi gambaran bahwa umat Islam dengan penuh keyakinan dan kemauan siap tempur di medan laga memperjuangkan tegaknya Indonesia dari ancaman Sekutu-Belanda yang hendak kembali menguasai Indonesia. Hal itulah menjadi catatan dalam sejarah dalam perjuangan ulama, kiyai dan santri dalam perjuangan kemerdekaan bangsa dan Negara ini. Sehingga penetapan hari santri Hari Santri Nasional pertama kali diperingati pada tahun 2015 silam berdasarkan Keppres Presiden Joko Widodo (Jokowi) Nomor 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri. Peringatan Hari Santri tahun ini mengangkat tema “Berdaya Menjaga Martabat Kemanusiaan”...

PERUBAHAN HUKUM DAN PERUBAHAN MASYARAKAT “Kajian Perbandingan Teori”

  PERUBAHAN HUKUM DAN PERUBAHAN MASYARAKAT “Kajian Perbandingan Teori” Disusun oleh : Muhammad Agung (B012221052) Program Magister FH-UH BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Manusia sebagai makhluk individu bisa saja mempunyai sifat untuk menyendiri, namun dalam kehidupannya sebagai makhluk sosial tentunya ia harus hidup bermasyarakat dan berinteraksi dengan manusia-manusia lainnnya karena dia memang terlahir, hidup berkembang, dan sampai meninggal pun tidak akan terlepas di antara masyarakat, disinilah sering diistilahkan bahwa manusia itu sebagai zoon politicon. Manusia dalam kelompok masyakarakat yang merupakan makhluk sosial yang tidak akan pernah terlepas dari adanya kebutuhan (needs) dalam menunjang kelangsungan kehidupan mereka, oleh sebab itulah manusia yang satu dengan manusia yang lainnya akan saling memiliki kepentingannya masing-masing dalam memenuhi kebutuhan mereka. Namun karena manusia identik dengan sifat egois (mementingkan diri sendiri) dan angkuh yang menyebabka...